Sorot Nuswantoro News

Berita Online dan cetak, "CEPAT, TEPAT, LUGAS DAN BERANI" dari LAMONGAN untuk NUSANTARA



Sabtu, 23 Juli 2022

APBD Kabupaten Kepulauan Aru 2020 Diduga Bermasalah, Jaksa Diminta Telusuri


Kepulauan Aru, SNN.com - APBD Kabupaten Kepulauan Aru Tahun Anggaran 2020 Diduga Bermasalah. Pasalnya Dana Bantuan Sosial (Bansos) setiap tahunnya dianggarkan hanya 5 Milyar namun anehnya di tahun 2020 malah membengkak menjadi 24 M

Ironisnya dana tersebut sempat menjadi perdebatan di kalangan DPRD sehingga terjadi kubu - kubuan karena ada sebagian yang menerima dan ada yang menolak dengan alasan sebelumnya tidak dibahas dalam Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Penyampaian Plaforn Anggaran Sementara (PPAS).

"Sehingga kedua kubu tersebut akhirnya bersepakat untuk dibahas kembali di komisi II DPRD. Dan hasil akhir terjadi Foting. Namun akhirnya dimenangkan oleh kubu yang menerima," ungkap sumber terpercaya di Kantor DPRD setempat belum lama ini.

Menurut sumber yang tak mau disebutkan nama, pada sidang paripurna pembahasan APBD kala itu, ada oknum anggota DPRD yang mempertanyakan besaran angaran Bansos 24 M itu ke kepala BPKAD, Yacop Ubyaan sebagai OPD yang mengusulkan namun jawaban Ubyaan bahwa terjadi pembengkakan anggaran karena didalamnya ada Poking - oknum anggota DPRD.

"Waktu sidang paripurna DPRD tanya alasan apa bapa Yop usulkan dana Bansos 24 milyar. Jawaban pa Yop ada Poking - Poking oknum anggota DPRD. Ini yang mesti ditelusuri aparat hukum dalam hal ini Kejaksaan Negeri Kepulauan Aru," tandas sumber.

Sumber lain menyebutkan, pembengkakan anggaran Bansos 202O senilai 24 milyar berkaitan dengan janji politik pilkada 2019 lalu dimana setiap oknum tim sukses mendapat kebagian 1 unit Spid Boat yang dilengkapi dengan mesin tempel 15 PK seharga 5O Juta.

"Saya duga, pembengkakan dana Bansos yang terselip di batang tubuh 2020 itu berkaitan dengan janji politik pilkada 2019 lalu dimana setiap oknum tim sukses mendapat kebagian 1 unit Spid Boat yang dilengkapi dengan mesin tempel 15 PK seharga 5O Juta.
Nama - nama kelompok proposalnya disampaikan  ke Bupati CQ BPKAD tembusannya ke dinas teknis dalam hal ini Dinas  perikanan,"beber sumber.

Teripsah Kepala BPKAD yang kesehariannya disapa Pak Yop yang dikonfirmasi Sorot Nuswantoro News.com via WhatsApp membantah tidak ada dana bansos 24 M yang dimasukan di APBD Tahun Anggaran 2020

Menurut Ubyaan dana Bansos di Tahun Anggaran 2020 hanya untuk masalah penanganan Covid - 19 dan ada pada beberapa OPD. 

"Coba telusuri di APBD apakah ada bansos 24 M, seng ada ka apa, 2020 bansos utk masalah covid dan ada pada beberapa OPD jd kalau bilang bhw ada 24 dana bansos di BPKAD coba buktikan...maaf krn memang bt sendiri seng tau bhw ada bansos 24 M di BPKAD," begitu bunyi WhatsApp Yop Ubyaan, Sabtu (23/7/2022) pagi tadi.

Reporter : Nus Yerusa

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

SOROT NUSWANTORO NEWS "dari LAMONGAN untuk NUSANTARA"