Sorot Nuswantoro News

Berita Online dan cetak, "CEPAT, TEPAT, LUGAS DAN BERANI" dari LAMONGAN untuk NUSANTARA


Kamis, 14 Juli 2022

Normalisasi Fungsi Lahan, Kabupaten Lamongan Tertibkan Bangunan Liar


Lamongan, SNN.com - Pemerintah Kabupaten Lamongan dalam upaya menciptakan wilayah yang aman tertib dan indah, Kamis (14/7) lakukan penertiban bangunan tanpa izin yang berdiri di sepanjang pinggir jalan nasional tepatnya di Kecamatan Deket hingga Lamongan Kota.

Menurut M. Fahrudin Ali Fikri Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Masyarakat Lamongan, tanah milik PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) dan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) tersebut, akan dikembalikan sebagaimana fungsi lahan yang sebenernya.

Kedepan, kata Fahrudin, lahan tersebut akan di manfatkan untuk keindahan kota. "Area ini nantinya akan kita tanami dengan pohon maupun bunga, ini tujuannya untuk keindahan kota," tutur Fahrudin 

Sebanyak 150 personil gabungan di kerahkan dalam penertiban, mulai dari PU Bina Marga, Kepolisian, satpol PP,  PLN, Kesehatan, hingga lainnya. 

Sebelumnya, 12 bangunan semi permanen milik PKL ini, kata Fahrudin, telah berikan peringatan maupun sosialisasi. "Kita sudah mensosialisasikan ke warga dan kita telah memberikan 3 kali peringatan juga, selain itu kita juga sudah malakukan survei lokasi," ucap Fahrudin 

Saat proses penertiban, terlihat terdapat beberapa bangunan yang sudah di lakukan pembongkar oleh pemiliknya. "Pelaksanaan ini sudah sepengetahuan mereka, ini ada beberapa yang sudah melakukan pembongkaran sendiri, Alhamdulillah ini artinya respon masyarakat baik dan berjalan dengan aman," tambah Fahrudin

Sebagai alternatif penertiban bangunan tersebut, Pemerintah Kabupaten Lamongan telah menyediakan tempat di sentra PKL jalan Andansari untuk mereka tetap bisa berwirausaha.

"Kita juga sudah memberikan alternatif  
Kepada mereka untuk terus bisa berwirausaha, tempat di sana juga bagus dan ramai," pungkas Fahrudin. (Zainal A)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

SOROT NUSWANTORO NEWS "dari LAMONGAN untuk NUSANTARA"