Sorot Nuswantoro News

Berita Online dan cetak, "CEPAT, TEPAT, LUGAS DAN BERANI" dari LAMONGAN untuk NUSANTARA


Minggu, 18 September 2022

Oknum Guru PNS SDN 2 Brani Wetan Selingkuh, Apa Yang Terjadi?


Probolinggo, SNN.com - Sebagai aparatur sipil negara, PNS wajib menjunjung tinggi marwah dan kehormatan negara, pemerintah dan martabat PNS  

Tak hanya di dalam lingkup kerja, PNS juga harus berpedoman pada peraturan perundang-undangan saat berada di luar lingkungan kerja, termasuk untuk urusan rumah tangganya.

Perihal rumah tangga PNS ini diatur salah satunya melalui Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 45 Tahun 1990 tentang Perubahan Atas PP Nomor 10 Tahun 1983 tentang Izin Perkawinan dan Perceraian bagi PNS.

Di dalam PP Nomor 45 Tahun 1990, terdapat larangan yang tegas bagi PNS untuk melakukan perselingkuhan.

Larangan bagi PNS untuk berselingkuh merujuk pada Pasal 14 yang berbunyi,

"Pegawai Negeri Sipil dilarang hidup bersama dengan wanita yang bukan istrinya atau dengan pria yang bukan suaminya sebagai suami istri tanpa ikatan perkawinan yang sah."

Dalam penjelasan pasal ini, yang dimaksud dengan hidup bersama adalah melakukan hubungan sebagai suami istri di luar ikatan perkawinan yang sah yang seolah-olah merupakan suatu rumah tangga.

Namun ironisnya,  "Novi rawaningsih,  seorang oknum Guru PNS yang bertugas mendidik di SDN 02, Desa Brani Wetan, sangat tidak mengindahkan peraturan pemerintah, benar kata pepatah "Tua Tua keladi,"  semakin tua semakin menjadi, saat digrebek oleh suaminya sendiri diduga sedang asik bermesraan di salah satu perumahan dipajarakan, perbuatan yang memalukan dan mencoreng citra Guru PNS, 

Setelah Tim investigasi media menghubungi PLT Kepala sekolah SDN 02, Desa Brani Wetan, lewat panggilan Whastap menjelaskan kepada media,  Kami tidak tau persis dari awal pak, soalnya saya masih baru ditugaskan disana, "saat ditanya soal tragedi pengrebekan yang menimpa bawahannya dirinya berkata, kalau itu urusannya kepala dinas, namun yang bersangkutan sudah di non aktifkan, setelah media bertanya, apakah penonaktifan tersebut berupa surat dari  Kepala Dinas Pendidikan atau sebatas lisan atau ucapan saja? dirinya menjawab hanya secara ucapan untuk sementara, mungkin masih diproses kalau terkait surat penon aktifan saudari "N", "ucap kepala sekolah SDN  02.

Berdasarkan Pasal 15 Ayat 1 PP Nomor 45 Tahun 1990, PNS yang berselingkuh harus dijatuhi salah satu hukuman disiplin berat.

Sanksi bagi PNS yang berselingkuh tersebut tertuang di dalam PP Nomor 94 Tahun 2021 tentang Disiplin PNS.

Penurunan jabatan setingkat lebih rendah selama 12 bulan;

Pembebasan dari jabatannya menjadi jabatan pelaksana selama 12 bulan; dan

Pemberhentian dengan hormat tidak atas permintaan sendiri sebagai PNS.

Sanksi pemecatan atau pemberhentian ini menjadi sanksi paling berat yang akan dijatuhkan kepada PNS yang berselingkuh.

Tentang Perubahan Atas PP Nomor 10 Tahun 1983 tentang Izin Perkawinan dan Perceraian bagi PNS

Peraturan Pemerintah Nomor 94 Tahun 2021 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil, "pungkasnya. (Nitro/Yoga)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

SOROT NUSWANTORO NEWS "dari LAMONGAN untuk NUSANTARA"