Sorot Nuswantoro News

Berita Online dan cetak, "CEPAT, TEPAT, LUGAS DAN BERANI" dari LAMONGAN untuk NUSANTARA



Sabtu, 29 Oktober 2022

DIDUGA ADA PENJUALAN TANAH ASET DESA, WARGA DESA PAPRINGAN KALIWUNGU KUDUS SEGEL TANAH PEMBANGUNAN PABRIK MEUBEL


KUDUS, SNN.com., Jum'at 28 Oktober 2022 berketepatan  dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda, Ratusan warga Desa Papringan, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus, melakukan demo damai di lahan yang diduga tanah bengkok yang dijadikan pabrik meubel furniture. 

Tampak dari pantauan  reporter media Sorotnuswantoronews.com yang juga berada Dilokasi, massa mendatangi Balai Desa Papringan dengan menggunakan sejumlah motor hingga dump truk

Didepan Kantor Balai Desa Papringan mereka sempat menyampaikan orasi tuntutan yang mereka inginkan. Kemudian aksi berlanjut didepan pabrik yang tengah proses pembangunan.

Tanah tersebut terletak di Jl. Raya Kudus – Jepara, Area Sawah Turut,  Desa Papringan, berdekatan  dengan Desa Sidorekso, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus.

Kuranto selaku penanggungjawab aksi mengatakan “Ada beberapa poin yang disampaikan oleh para aksi damai tersebut yakni; para Warga Papringan mendukung 100% sepenuhnya investor masuk untuk mendirikan pabrik.

Namun warga Desa Papringan yang sangat disayangkan pada perusahaan tersebut,  masyarakat yang mempunyai armada dump truk tidak pernah dilibatkan andil dalam pengerjaan pengurukan,  bahkan tidak ada sosialisasi ke warga terkait adanya pembebasan lahan pabrik.

“Kami meminta dengan penuh harapan, bahwa masyarakat setempat dilibatkannya armada dump truck warga Desa Papringan, untuk ikut dalam kegiatan proyek ini.


Kedua, dan ketika pabrik berdiri 60 % (persen) pegawai / karwayan juga harus bisa merekrut dari desa kami”, katanya.

Sementara itu Alex Hariyanto Koordinator dalam Aksi damai tersebut, dihadapan para awak media baik cetak dan online maupun para pejabat dari beberapa instansi mengungkapkan *“Disinyalir ada dugaan Tanah Bengkok Desa yang ikut dalam pembebasan lahan pabrik tersebut".*

“Kami khawatir jika Tanah Bengkok Desa atau Bondo Deso ikut terkena imbas pembebasan lahan”, ungkap Alex.

Dia juga menambahkan belum mengetahui secara pasti berapa luas lahan Tanah Bengkok Desa yang ikut dalam pembebasan lahan.

“Kita belum tahu, kita juga menanyakan apakah luasan bondo desa itu sesuai dengan disih desa apa belum. Makanya kita tanyakan kepada Pemdes”, tambahnya.

Apalagi, dalam lokasi urugan terdapat saluran irigasi yang digunakan para petani di Desa, untuk melakukan pengairan sawah.

Akibat hal tersebut, warga meminta penyegelan sementara, untuk luasan tanah yang dipermasalahkan lantaran masih belum jelas status tanahnya.


Sementara itu Kepala Desa Papringan, Amin Budiarto saat menemui para aksi damai menjelaskan “Bahwa akan menampung aspirasi dari warganya untuk nantinya diajukan kepada pihak perusahaan.

“Para warga menuntut, mereka meminta perusahaan untuk bisa mengakomodir kaitannya dengan perusahaan,” jelasnya.

Terkait aset desa yang diduga dijual. Kades Papringan menegaskan agar aset tersebut jangan di jual.

“Dikira, pihak pemerintah desa yang menjual tanah tersebut. Tentunya hal itu juga tidak benar,” jelasnya.

Untuk luasan bidang tanah tersebut, pihaknya masih belum mengetahui atau mengukur, lantaran hal tersebut adalah ranahnya BPN”, tambahnya.

Kami selaku Kepala Desa Siap 24 jam untuk mendampingi warga saat ada persoalan yang harus dicarikan jalan keluar.

“Kami siap 24 jam untuk ketemu dan bermusyawarah di Balai Desa Papringan untuk mencari solusi jalan keluar yang terbaik, demi untuk memajukan dan mensejahterakan warga kami.

Kami juga akan menyampaikan usulan dan tuntunan warga kami, agar warga kami bisa diakomodir secara maksimal terlibat dalam perusahaan meubel furnitur ini”, pungkasnya.

Dicelah-celah berakhirnya aksi Damai, reporter snn com Dilokasi sempat menjumpai sekretaris Desa Papringan, guna meminta informasi data yang akurat tentang luasan Tanah Bengkok Desa. Namun tidak dapat memberi informasi secara transparan.

Aksi damai diakhiri dengan kondisi yang kondusif serta peserta aksi membubarkan diri secara tertib, sesuai arahan dari Koordinator Aksi.

Reporter : H.R. Alex.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

SOROT NUSWANTORO NEWS "dari LAMONGAN untuk NUSANTARA"