Sorot Nuswantoro News

Berita Online dan cetak, "CEPAT, TEPAT, LUGAS DAN BERANI" dari LAMONGAN untuk NUSANTARA



Selasa, 11 Oktober 2022

Djemy Heryanto: Hadapi Kondisi Iklim Yang Ekstrim Mau dan Tak Mau Harus Terapkan Green House


Kepulauan Aru, SNN.com - Tiga fenomena beruntun yang berimplikasi pada munculnya krisis Pangan Global diantaranya adalah Perubahan Iklim (Climatet Change), Covid-19 dan Conflict, bahkan ditambah lagi dengan adanya kenaikan BBM. 

Terkait dengan fenomena perubahan Iklim yang terjadi, menurut Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Kepulauan Aru, Djemy Heryanto, SP. M.Si yang dikonfirmasi baru-baru ini, mengatakan bahwa kondisi iklim untuk dua tahun terakhir Di Kabupaten Kepulauan Aru, mengalami curah hujan secara terus menerus, namun kondisinya masih dapat diatasi. 

Tetapi, katanya, apabila perubahan iklim dengan kondisi yang benar-benar ekstrim, mau dan tidak mau pemerintah harus berkorban terapkan Green House atau Rumah Kaca. 

Dikatakan, memang ada beberapa inovasi untuk peningkatan produktifitas pertanian tetapi membutuhkan biaya yang cukup tinggi akibat perubahan iklim dengan curah hujan secara terus menerus. 

Untuk itu, katanya, dalam mengantisipasi perubahan iklim dengan kondisi yang cukup ektrim langkah-langkah kebijakan dari dinas Pertanian adalah paling tidak harus buat gren hause (rumah kaca) dengan biaya yang tidak sedikit dan pemerintah harus berkorban. 

“Untuk dua tahun terakhir ini, Kabupaten Kepulauan Aru mengalami perubahan iklim dengan curah hujan yang cukup tinggi, namun kindisinya masih bisa diatasi. Tetapi kalau sampai kondisi ekstrim benar-benar terjadi, mau dan tidak mau Pemerintah harus berkorban terapkan green house atau rumah kaca. Jadi kalau sampai kedepan keadaan iklimnya sangat ekstrim, mau dan tidak mau kita harus terapkan sistim Rumah kaca. Apakah itu dengan polibek atau hidroponik tetapi semuanya tetap tertutup dengan cara gren ause atau rumah kaca, "Jelasnya. (Moses)  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

SOROT NUSWANTORO NEWS "dari LAMONGAN untuk NUSANTARA"