Sorot Nuswantoro News

Berita Online dan cetak, "CEPAT, TEPAT, LUGAS DAN BERANI" dari LAMONGAN untuk NUSANTARA



Sabtu, 22 Oktober 2022

Dua Oknum Pegawai PLN Cabang Probolinggo Diduga Lakukan Pungli


Probolinggo, SNN.com - Kepala PLN Cabang Probolinggo diKraksaan, diminta mengevaluasi petugas PLN yang disinyalir  melakukan pungutan liar (Pungli) dari masyarakat Desa Guyangan, Kecamatan Krucil, Kabupaten Probolinggo, Provinsi Jawa Timur. Sabtu, 23/10/2022.

 "Hal itu disampaikan Sekjen Organisasi Ikatan Wartawan Probolinggo, (IWP)  "Jamaluddin, masalah pungli sangat meresahkan masyarakat. dengan berbagai modus yang dilakukan oleh oknum petugas layanan teknik tersebut meminta sejumlah uang kepada pelanggan PLN sebesar Rp 250.000 ribu, persatu pelanggan  PLN.

Jamaluddin, selaku Sekjen IWP, meminta kepada pimpinan PLN Probolinggo untuk menindak tegas oknum petugas tersebut.

Dengan kondisi demikian maka, saya, mengecam keras tindakan oknum PLN dan meminta kepada Pimpinan PLN untuk memberhentikan dan memberikan sanksi tegas terhadap oknum yang meresahkan masyarakat atau melakukan pungutan Liar (Pungli), " harap Jamal.

Salah seorang warga Rt 014 Rw 007 Dusun Lebbe, Desa Guyangan,  yang tidak mau disebutkan identitasnya mengaku dimintai uang Rp 250.000 oleh dua orang petugas layanan teknik PLN tersebut, iya saya dimintai uang oleh petugas. Saya kasih saja karena saya tidak tahu kalau harus bayar mahal,” terangnya.

Beberapa warga di Dusun Lebbe, Desa Guyangan, Kecamatan Krucil, merasa ditipu oleh oknum yang mengaku sebagai petugas Tenaga Listrik tersebut. Sebab, oknum itu kata dia, melakukan pungutan uang sebesar Rp 250.000 ribu. Ia juga menjelaskan bahwa, petugas tersebut diikuti dengan bentuk ancaman. Apabila masyarakat tidak mau melakukan pembayaran, maka akan dilakukan pemutusan aliran listrik." Pungkasnya.

Umar Jailani, Selaku ketua kelompok yang di bantu saudara kandungnya atas nama "Pujiono, dimana  "Pujiono saat ini masih menjabat sebagai perangkat Desa Guyangan, saat ditemui Tim Media dikediaman Kakak kandungnya tersebut,  dirinya menjelaskan, berdasarkan kesepakatan awal warga yang menjadi pelanggan PLN  membayar Rp 150.000, namun kami dikejutkan oleh dua oknum petugas PLN atas nama Rahman dan Eko agar menaikkan dari kesepakatan awal Rp 150.000 menjadi 250.000 dengan berbagai alasan, terpaksa kami mengikuti permintaan kedua oknum tersebut. "Pungkasnya.


Tim media yang tergabung di "IWP" mendatangi kantor Cabang PLN Probolinggo dikraksaan dengan tujuan klarifikasi kepada pimpinan PLN, namun sedang ada giat diluar kantor,  tim media ditemui oleh bagian bidang administrasi PLN dirinya menjelaskan, kalau terkait pemasangan tiang itu saya rasa itu program PLN, namun itu atas permohonan proposal kepala Desa Goyangan beberapa tahun yang lalu, akan tetapi kalau terkait penarikan Rp 250.000, sebenarnya kalau dari pihak PLN itu tidak ada perintah, namun nanti saya koordinasikan dulu sama pimpinan kami pak, kalau perlu oknum tersebut biar dipanggil oleh pimpinan, karena dengan alasan apapun penarikan itu tidak dibolehkan oleh pimpinan kami pak, apalagi sebesar Rp 250.000, pungkasnya.  (TIM -IWP)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

SOROT NUSWANTORO NEWS "dari LAMONGAN untuk NUSANTARA"