Sorot Nuswantoro News

Berita Online dan cetak, "CEPAT, TEPAT, LUGAS DAN BERANI" dari LAMONGAN untuk NUSANTARA



Kamis, 20 Oktober 2022

Sejumlah Infrastruktur Rusak Parah, Pemkab Aru Dikritisi


Kepulauan Aru, SNN.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Aru dikritisi. Kritikan yang dialamatkan kepada Pemkab Kepulauan Aru itu bukan tanpa alasan karena memang beberapa tahun terakhir ini sejumlah pembangunan infrastruktur di daerah penghasil ikan terbesar itu mengalami kerusakan dan tidak diperdulikan.

Ketidak pedulian Pemkab Kepulauan Aru yang paling nampak didepan mata yakni kerusakan pada sejumlah ruas jalan utama di kota Dobo hingga talud pesisir pantai di Desa Wangel dan Dusun Marbali.

“Kita masyarakat sangat heran dengan pemerintahan saat ini. Pasalnya kerusakan infrastruktur yang berada di depan mata saja tidak diperdulikan sedikitpun. Kasihan daerah ini. Kalau kita lihat secara baik-baik memang sudah hancur,” ucap sumber yang enggan namanya dipublikasi kepada media ini, Kamis (20/10). 

Selain hancurnya infrastruktur pembangunan, lanjut sumber, kehancuran lain di Kepulauan Aru yakni, amburadulnya Pemkab Aru dalam mengelola Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) hingga anggaran dari Pemerintah Pusat (Pempus). 

Kegagalan Pemkab Kepulauan Aru dalam mengelola anggaran daerah ini bisa dilihat pada akhir bulan setiap tahun. Dimana pada setiap bulan itu gaji/upah ASN selalu saja dibayar pada akhir bulan. 

“Ya ini fakta yang kita lihat dan rasakan selama ini, Pemkab Kepualuan Aru memang tidak mampu bangkit dan keluar dari hal ini, dan ini sangat merugikan kita semua,” ungkapnya


Bukan saja gaji/upah ASN, tambah sumber, hutang dipihak ketiga mulai dari kontraktor hingga instansi pendidikan pun tak mampu dilunasi Pemkab Kepulauan Aru. 

“Jadi itu, bukan saja gaji/upah ASN tapi hutang dipihak ketiga juga Pemkab Kepulauan Aru masih berutang dan hutangnya itu miliaran rupiah,” bebernya

Menurut sumber, kegagalan Pemkab Kepulauan Aru seperti ini yang menyebabkan Kepulauan Aru mendapat predikat daerah termiskin dan tertinggal di Maluku. 

"Padahal kalau dilihat, Kepulauan Aru mempunyai hasil alam yang menjanjikan. Namun karena Pemkab Kepulauan Aru tidak mampu mengelola asset alam ini, maka wajar kalau Kepulauan Aru mendapat predikat daerah termiskin dan tertinggal. Ini fakta, dan penyebab ini semua bukan ada di masyarakat Aru tetapi Pemkab Kepulauan Aru itu sendiri,” pungkasnya

Sumber mengingatkan Pemkab Kepulauan Aru yang saat ini dinahkodai Bupati Johan Gonga dan wakilnya Muin Sogalrey, agar lebih berfikir keras, cerdas dan cepat untuk memabwa Kepulauan Aru keluar dari kegagalan tersebut.

"Sebab, jatuh bangun dan hancurya daerah ini ada di tangan mereka (Gonga-Muin). Kalau mereka cuek, maka jangan bermimpi Kepualuan Aru akan keluar dari keterpurukan seperti ini," tandas sumber.

Reporter : Nus Yerusa

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

SOROT NUSWANTORO NEWS "dari LAMONGAN untuk NUSANTARA"