Sorot Nuswantoro News

Berita Online dan cetak, "CEPAT, TEPAT, LUGAS DAN BERANI" dari LAMONGAN untuk NUSANTARA




Rabu, 17 November 2021

Kader Pembangunan Manusia (KPM) Kecamatan Babat Gelar Pelatihan Peningkatan SDM serta Penggunaan Aplikasi e-HDW


Lamongan, SNN.com - Kader Pembangunan Manusia (KPM) Se-Kecamatan Babat Lakukan kegiatan Peningkatan Kapasitas Kader Pembangunan Manusia (KPM). Acara ini dilaksanakan dengan mengikuti Protokol Kesehatan Covid-19, yang berlangsung di Pendopo Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan, Rabu (17/11/2021)

Hadir dalam kegiatan, TPP P3MD Kabupaten Lamongan, TPPI Kecamatan Babat dan Kader Pembangunan Manusia (KPM) Se-Kecamatan Babat.

Koordinator Kader Pembangunan Manusia (KPM) Kecamatan Babat Ningsih Ardiana menjelaskan Pelatihan Kader KPM ini diikuti semua KPM se Kecamatan Babat

“Dengan diadakan kegiatan ini, tujuan utama adalah untuk melakukan konvergensi Pencegahan Stunting serta melakukan pendataan menggunakan aplikasi e-Human Development Worker (e-HDW),” Kata Ana panggilan akrabnya.

Ardiana juga berharap sekaligus mengusulkan agar insentif kader KPM bisa lebih diperhatikan oleh Pemerintahan Desa dan insetif disamakan se kecamatan Babat.

“pembiayaan pelatihan ini merupakan swadaya kader Kader Pembangunan Manusia (KPM) sendiri,”ujarnya.


TPP P3MD Kabupaten Lamongan Ari Wibowo mengatakan bahwa pelatihan ini dilaksanakan sebagai salah satu bentuk peningkatan kapasitas KPM sebagai pemegang program pencegahan stunting di desa.

"KPM harus mermahami pentingnya pemahaman mengenai upaya pencegahan stunting dan sekaligus memberi pemahaman tentang gejala-gejala, ciri-ciri dan cara-cara pencegahan dan penanganan stunting, "tambahnya.

"masalah insentif, koordianator pendamping Desa kecamatan Babat bisa mengusulkan ke pemerintahan desa agar insentif kader KPM bisa di samakan se kecamatan babat, "pungkasnya.


Nara sumber utama Nurul Hidayat berharap agar peserta kader KPM dapat mengikuti pelatihan ini dengan sebaik-baiknya agar kapasitas nya meningkat.

Nurul juga menegaskan agar KPM dalam penanganan stunting setiap tahunnya harus memberikan laporan Pemerintahan desa, sehingga mengetahui pekembangan penanganan stunting, kemudian upaya pencegahan.

Nurul juga menjelaskan tentang pengunaan Aplikasi Human Development Worker (eHDW) yang merupakan aplikasi seluler berbasis android sebagai alat bantu kerja Kader Pembangunan Manusia (KPM) dalam melakukan pendataan sasaran rumah tangga 1000 HPK (Hari Pertama Kelahiran) dan pemantauan 5 paket layanan pencegahan stunting di desa.

Lebih lanjut, dijelaskan peran KPM dalam pemanfaatan apliaksi eHDW, diantaranya:

- Mensosialisasikan kebijakan konvergensi pencegahan stunting di desa kepada masyarakat di desa, termasuk memperkenalkan tikar pertumbuhan untuk pengukuran panjang/tinggi badan baduta sebagai alat deteksi dini stunting.

- Mendata sasaran rumah tangga 1.000 HPK.

- Memantau layanan pencegahan stunting terhadap sasaran rumah tangga 1.000 HPK untuk memastikan setiap sasaran pencegahan stunting mendapatkan layanan yang berkualitas.

- Memfasilitasi dan mengadvokasi peningkatan belanja APBDes utamanya yang bersumber dari Dana Desa, untuk digunakan membiayai kegiatan pencegahan stunting berupa layanan intervensi gizi spesifik dan sensitif.

- Memfasilitasi suami ibu hamil dan bapak dari anak usia 0-23 bulan untuk mengiku kegiatan konseling gizi serta kesehatan ibu dan anak.


"diharapkan KPM dapat segera mengoperasionalkan apliaksi eHDW, sehingga aplikasi ini segera dapat digunakan dan dimanfaatkan oleh KPM dalam membantu desa dalam upaya penanganan stunting di desa, "pungkasnya. (Waf/red).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

SOROT NUSWANTORO NEWS "dari LAMONGAN untuk NUSANTARA"