Sorot Nuswantoro News

Berita Online dan cetak, "CEPAT, TEPAT, LUGAS DAN BERANI" dari LAMONGAN untuk NUSANTARA



Jumat, 20 Mei 2022

Ajak Masyarakat Sadar Dan Perduli Asma, Dinas Kominfo Kabupaten Bojonegoro Lewat SAPA! Malowopati FM


Bojonegoro, SNN.com - Radio Malowopati FM bersama RSUD Dr. R. Sosodoro Djatikoesoemo melalui SAPA! ( SELAMAT PAGI ) edisi Rabu ( 18/5/2022 ) mengajak masyarakat Bojonegoro untuk Sadar dan Peduli Asma. Di pandu penyiar Lia Yunita, siaran ini dapat di ikuti secara live YouTube kanal Malowopati Radio dan interaksi langsung melalui nomor WhatsApp 08113322958.

Dr. Hapsari Paramita Narendrani, Sp.P dari ruang siar Malowopati FM menjelaskan, asma adalah penyakit peradangan saluran pernapasan yang bersifat kronis yang di sebabkan oleh faktor pencetus tertentu dan menyebabkan gejala mengi, batuk dan sesak. Terdapat beberapa hal yang kerap menjadi pemicu asma yaitu asap rokok, debu, bulu hewan, udara dingin, infeksi Virus, paparan zat kimia.

“ Sejumlah pemicu tersebut dapat menimbulkan keluhan pada penderita asma, seperti sulit bernapas, batuk, mengi, dan rasa nyeri atau sesak di dada,” paparnya.

Dr. Hapsari menuturkan, pencegahan asma dapat dilakukan antara lain dengan berhenti merokok, menghindari paparan asap rokok, debu, polusi udara, bau - bauan yang mengiritasi seperti parfum, obat semprot serangga, dan deterjen cucian. Gunakan kasur dan bantal sintesis atau jika tidak ada, gunakan kain penutup yang terbuat dari bahan sintesis dan tetap menggunakan masker karena asma termasuk kategori penyakit kronis.

“ Kondisi ini menyebabkan saluran udara meradang dan menyempit, membuat seseorang sulit bernapas,” bebernya.

Pada kesempatan sesi interaksi langsung melalui telepon, Galuh seorang terapis dari JA Suprapto, Bojonegoro menyampaikan pertanyaan, apakah asma boleh di pijat atau tidak. Karena kebanyakan memijat bisa mengurangi beban sakit.

Menurut dr. Hapsari penderita asma boleh di pijat untuk mengobati dan merilekskan. Karena salah satu pencetus asma adalah kecapekan. Pengobatan dapat dilakukan dengan 2 cara yaitu pengobatan terapis dan obat - obatan/non obat - obatan.

Dr. Hapsari juga menekankan agar pada pasien asma yang di perhatikan adalah gejalanya. Misalnya, apakah asma mengganggu aktivitas sehari - hari, apakah ada dalam satu bulan atau satu minggu.“ Jika terjadi setiap hari maka termasuk asma tingkat tinggi yang mengganggu. Jika terjadi sebulan 2 kali maka sudah terkontrol,” terangnya.

Lebih lanjut dr. Hapsari mengingatkan agar penderita asma di ukur dengan kondisi dirinya, jangan diforsir. Pastikan penderita asma memilih jenis olahraga yang sesuai. Bisa memilih berenang, jalan kaki, atau yoga.

“ Penderita di sarankan mengevaluasi apakah gejala berat/ringan dan di buatkan ceklist. Berapa kali obat - obat di pakai sebagai tolok ukur. Harapannya, penyakit asma bisa di cegah lebih dini,” katanya. ( AGUS ).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

SOROT NUSWANTORO NEWS "dari LAMONGAN untuk NUSANTARA"