Sorot Nuswantoro News

Berita Online dan cetak, "CEPAT, TEPAT, LUGAS DAN BERANI" dari LAMONGAN untuk NUSANTARA



Rabu, 23 Maret 2022

Pedagang Bojonegoro Penerima KPP Wilayah Baureno Belajar Digital Marketing


Bojonegoro, SNN.com - Bimtek Digitalisasi Manajemen Marketing Usaha melalui Program Kartu Pedagang Produktif ( KPP ) digelar lagi oleh Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Bojonegoro di Pendopo Kecamatan Baureno. Pada periode Selasa ( 22/3/2022 ), kali ini menyasar 44 pedagang penerima KPP di wilayah Baureno.

Bupati Bojonegoro Anna Mu'awanah dalam arahannya secara daring menuturkan agar pedagang harus sabar menunggu pembeli, pedagang harus telaten, harus dengan teliti menjelaskan produk kepada calon pembelinya. Bupati Anna juga dengan sengaja meminta semua peserta untuk mengisi aplikasi google form dengan maksud untuk menumbuhkan kebiasaan dan minat terhadap dunia digitali

" Sebelum berbicara tentang digital marketing, maka behaviour kita perlu di tata, kita membangun environment sosial, dan mindset kita bahwa kita harus lancar dan terbiasa dengan IT. Mudah - mudahan setiap ada pembinaan/bimtek, Saya minta untuk di buatkan google form," tutur Bupati Anna.

Lebih lanjut Bupati Anna menjelaskan program Pemkab di mana telah banyak memberikan subsidi bunga. Tetapi kalau para pedagang tidak mengakses, tidak mengajukan, tidak  mengambil program tersebut maka program ini kurang berguna, kurang ada manfaatnya, meski program ini sangat bagus. 

" Harapan kami Bapak/Ibu sekalian terus untuk mencoba mengambil program tersebut di BPR, dan Dinas Perdagangan, Koperasi dan UM agar memfasilitasi dengan KPP yang sudah di terima. Maka peserta aktif pemegang KPP ini yang di utamakan menerima subsidi bunga. Mudah - mudahan dengan kebijakan ini bisa meringankan beban bunga, administrasi, dan juga bisa mendukung dan mendorong daya saing terhadap produk - produk baik skala mikro, kecil, dan menengah," tandas Beliau.

Sementara itu, dalam kesempatan tersebut Camat Baureno, Joko Tri Cahyono, S.STP, MM menyampaikan, adanya program KPP adalah sebagai upaya pemberdayaan usaha mikro melalui pelatihan, pendampingan, bantuan fasilitasi permodalan dan perbaikan sarana prasarana perdagangan. Tujuannya menumbuhkan iklim usaha, pengembangan usaha, pembiayaan dan kemitraan." Semoga dengan bimtek ini Bapak/ibu dapat menyerap ilmunya, dan paling penting dapat mengaplikasikannya. Semoga ilmu yang diberikan benar - benar membawa manfaat," pintanya.


Sementara itu Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan UM Drs. Sukaemi, M.Si juga menyampaikan berbagai capaian program prioritas Pemkab Bojonegoro. Kebijakan pembangunan jalan, jembatan, penerangan jalan umum, irigasi dilakukan dalam rangka menunjang kelancaran hidup masyarakat. Hal itu menunjukan bahwa Bupati Anna Mu'awanah sangat memperhatikan kebutuhan warganya sampai pelosok. Banyak jalan cor di Bojonegoro sudah nglenyer, banyaknya PJU, jembatan yang baik di mana hal itu mendorong berkembangnya perdagangan, dan peningkatan ekonomi masyarakat Bojonegoro.

Sukaemi juga menjelaskan pinjaman modal dari BPR Bojonegoro bagi penerima KPP tahun 2021 untuk pelaku usaha ultra mikro yang semula Rp 2,5 juta, di tahun 2022 naik menjadi Rp 5 juta dengan bunga turun menjadi 1 %. Sedangkan bagi pelaku usaha mikro bisa mengajukan pinjaman modal sebesar Rp 25 juta di mana bunga tahun ini di turunkan menjadi 3 %.

Artinya, lanjut dia, Bupati Bojonegoro selalu berfikir untuk meringankan pelaku usaha. Kalau sudah menerima manfaat agar benar - benar digunakan usaha. Misal jangan menjadi uang muka pembelian sepeda motor atau lainnya. Oleh karena itu modal pertama jangan digunakan untuk kebutuhan prioritas. Sebelumnya harus paham digital marketing. Misal, jualan kue maka di pandang harus enak, bentuk menarik, warna menarik, kemasan menarik. Karena akan di foto dan di tampilkan online dengan keterangan produk yang mudah dan jelas di baca. ( AGUS )

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

SOROT NUSWANTORO NEWS "dari LAMONGAN untuk NUSANTARA"