Sorot Nuswantoro News

Berita Online dan cetak, "CEPAT, TEPAT, LUGAS DAN BERANI" dari LAMONGAN untuk NUSANTARA




Senin, 09 Agustus 2021

Perkuat Mental Pegawai, Inspektur Jenderal Tekankan Keajaiban Berbagi


Surabaya, SNN.com - Situasi pandemi yang tak menentu berpengaruh negatif terhadap aspek psikologis masyarakat, termasuk ASN. Untuk memperkuat mental ASN di jajaran Kanwil Kumham Jatim, Inspektur Jenderal Kemenkumham Razilu memberikan penguatan hari ini (9/8). Dalam kegiatan yang diselenggarakan dalam rangka kontinuitas program "Kumham Peduli, Kumham Berbagi" itu, Razilu menekankan tentang keajaiban berbagi.

Kegiatan yang diikuti seluruh insan pengayoman Jatim itu digelar secara virtual. Para pimti pratama dan pejabat struktural yang dipimpin Kakanwil Krismono mengikuti dari Ruang Raden Wijaya. Sedangkan kepala UPT dan jajarannya mengikuti melalui aplikasi zoom dari tempat masing-masing.

Razilu mengawali arahannya dengan melakukan refleksi kegiatan "Kumham Peduli, Kumham Berbagi." Dia berupaya meluruskan mindset yang keliru tentang berbagi. Menurutnya, setiap manusia yang diberikan kelebihan, wajib meningkatkan rasa syukurnya dengan berbagi. "Dengan berbagi, kita pasti akan menerima yang lebih baik dan lebih banyak, sehingga mustahil menjadi miskin," tegasnya.


Dia menguraikan bahwa berbagi itu menenangkan jiwa. Sebaliknya, lanjut Razilu, jika menerima apalagi secara paksa, akan menghasilkan kegelisahan dalam jiwa. Sehingga, dia meminta kepada pegawai agar tidak melakukan pungli maupun korupsi agar tidak gelisah. "Banggalah melayani tanpa mengharapkan hal yang tidak menjadi hak kita," tutup Razilu.

Sebelumnya, Kakanwil Krismono melaporkan kondisi terkini dari jajarannya. Dia berharap kegiatan ini bisa memberikan suntikan motivasi kepada jajarannya. Sehingga tetap produktif saat pandemi. "Kami selalu menekankan kepada jajaran agar selalu mematuhi protokol kesehatan," ujar Krismono.

Reporter : Arini
Editor      : Wafa

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

SOROT NUSWANTORO NEWS "dari LAMONGAN untuk NUSANTARA"