Sorot Nuswantoro News

Berita Online dan cetak, "CEPAT, TEPAT, LUGAS DAN BERANI" dari LAMONGAN untuk NUSANTARA



Senin, 11 Juli 2022

Sadako’s Picture Refleksi Kebhinekaan Pelajar Pancasila


Lamongan, SNN.com - Sejalan dengan misi Presiden Republik Indonesia Joko Widodo membawa perdamaian global ke Ukraina dan Rusia,  Kabupaten Lamongan laksanakan "World Peace Project" secara virtual dengan tiga negara, Senin (11/7) . Kegiatan internasional yang ketiga kalinya ini, dijadikan sebagai pilot project untuk proyek penguatan Profil Pelajar Pancasila dalam dimensi karakter berkebhinekaan global.

Diikuti secara virtual oleh siswa tiga negara yakni Indonesia dalam hal ini  Kabupaten Lamongan dengan peserta 48 siswa dan guru SMP Negeri se-Kabupaten Lamongan, siswa Akifuchu SHS (Hiroshima, Jepang), dan Imaculate Conception School of Baliuag HS (Filipina). Kegiatan ini di tujukan sebagai langkah pemerintah bersama dunia pendidikan untuk menyampaikan pesan betapa bahanya perang nuklir dan pentingnya perdamaian dunia, lewat cerita penderitaan Sadako Sasaki (Sadako's Picture-Story Show). 

Diceritakan secara virtual kisah Sadako Sasaki oleh siswa Akifuchu SHS, Sadako merupakan seorang gadis korban bom atom yang meninggal akibat radiasi bom nuklir. Ini menggambarkan bahwa betapa bahayanya bom nuklir pada tubuh manusia. Efek bom nuklir yang begitu dahsyatnya mengenai manusia, bahkan apabila manusia tersebut dapat selamat saat pengeboman namun efeknya alat tetep menjangkit pada tubuh korbannya, hal inilah yang dirasakan oleh Sadako Sasaki. Gadis yang selamat saat pengeboman namun akibat menghirup Bom Nuklir tersebut berakibat menderita penyakit leukimia.

Wakil Bupati Lamongan Abdul Ro'uf yang hadir pada acara virtual tersebut, dalam speech bahasa Inggrisnya mengapresiasi proyek perdamaian dunia yang ditampilkan oleh siswa SMA Akifuchu.

"Perdamaian diperlukan untuk semua orang di dunia ini. Kedamaian dibutuhkan untuk keberadaan dunia ini. Melalui Pertunjukan Cerita Gambar Sadako (Sadako’s Picture_Story Show), siswa Akifuchu menyampaikan pesan mendalam kepada siswa dan masyarakat di seluruh dunia untuk menyadari betapa pentingnya menjaga perdamaian dunia dan betapa berbahayanya dampak perang, permusuhan, kekerasan, dan konflik, khususnya perang nuklir," tutur Pak Ro'uf di ruang Command Center Gedung  Pemkab Lamongan Lt. 3.

Yang paling terpengaruh dalam perang, menurut Pak Ro'uf adalah anak-anak. Karena mereka kehilangan segalanya, yakni  kehilangan masa depan dan harus menderita penyakit radiasi nuklir.

"Oleh karena itu, perdamaian diperlukan untuk hidup, untuk hidup, untuk kebahagiaan, dan untuk masa depan yang lebih baik," tambah Pak Ro'uf.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan Munif Syarif, pada kesempatan yang sama juga mengapresiasi pelajar Hiroshima dalam menyajikan cerita yang menginspirasi siswa global. 

"Saya sangat mengapresiasi siswa APkifuchu-Lamongan-Baliuag yang memberikan inspirasi kepada siswa di seluruh dunia untuk membuat proyek perdamaian kolaboratif seperti ini. Dua jempol untuk SMA Akifuchu," kata Munif. (Zainal A)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

SOROT NUSWANTORO NEWS "dari LAMONGAN untuk NUSANTARA"