Sorot Nuswantoro News

Berita Online dan cetak, "CEPAT, TEPAT, LUGAS DAN BERANI" dari LAMONGAN untuk NUSANTARA




Kamis, 11 Februari 2021

Dihantam Gelombang Besar Jalan Desa Wangel Terputus


Kepulauan Aru, SNN.com - Angin kencang disertai gelombang besar yang melanda wilayah kepulauan Aru sejak tanggal 3 sampai dengan tanggal 9 Februairi 2021 ini mengakibatkan terjadi abrasi di pesisir pantai menuju Desa Wangel, Kecamatan Pulau-pulau Aru, Kabupaten Kepulauan Aru, Maluku.

Pantauan sorotnuswantoro news.com, Kamis (11/2), abrasi pantai yang terjadi di pesisir pantai Desa Wangel kali ini sangat luar biasa dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. 

Kali ini, ruas jalan utama menuju Desa Wangel sepanjang 100 meter terputus dihantam gelombang besar. Akibatnya, aktivitas masyarakat terhambat. 

Nampak, para pengguna kendaraan roda empat maupun roda dua yang hendak melewati jalan tersebut terpaksa harus memutar jalur alternatif yang jaraknya lumayan jauh. 

Saat ini, jalan tersebut hanya bisa dilalui oleh pejalan kaki. Itupun, pejalan kaki harus terpaksa menunggu pasang surut atau mengambil alternatif lain melewati sisa-sisa kepingan badan jalan yang telah hancur berantakan. 

Warga yang hendak menuju ke Desa Wangel saat ditemui media ini mengaku, sangat terhambat dengan kondisi jalan tersebut. Menurut mereka, akibat terputusnya jalan tersebut aktivitas mereka terganggu. 

“Kami merasa terhambat sekali dengan kondisi jalan yang terputus ini.  Jalan ini adalah jalan utama, tetapi kalau sudah putus begini, aktivitas kami masyarakat kecil sangat terganggu,”ucap mereka. 


Terpisah, Bupati Kabupaten Kepulauan Aru, Johan Gonga mengaku, untuk tahun ini pemerintah daerah tidak mengalokasikan anggaran untuk perbaikan dampak abrasi pada ruas jalan di pesisir pantai Desa Wange yang kini telah putus total. 

Gonga hanya berharap, ada anggran dari pemerintah pusat atau pemerintah provinsi untuk membiayai pembangunan jalan yang terputus dan pembangunan talud pengaman pantai yang rusak. 

“Tahun ini pemerintah daerah tidak mengalokasikan anggaran untuk perbaikan dampak abrasi pada ruas jalan di pesisir pantai Desa Wange yang kini telah putus total. Jadi, kami hanya berharap bantuan dari pemerintah pusat atau provinsi untuk membiayai pembangunan jalan yang terputus dan pembangunan talud pengaman pantai yang rusak,”ungkap Gonga. 

Sekedar untuk diketahui, Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Aru hampir setiap tahunnya mengalokasikan anggaran milyaran rupiah untuk pembangunan talud penahan abrasi pantai termasuk pesisir pantai Dusun Marbali, Desa Wangel, dan Desa Durjela. 

Sayangnya, kendati uang milyaran rupiah telah terkuras, namun pekerjaan pembangunan talud penahan abrasi pada tiga lokasi tersebut tidak bertahan lama. 

Hal ini disebabkan para penambang pasir dan batu pada tiga lokasi tersebut tidak mau menghiraukan larangan dari pemerintah daerah maupun TNl-Polri yang bertugas di daerah penghasil ikan terbesar itu. 

Mereka (para penambang pasir dan batu) keras kepala dan terus melakukan penambangan setiap hari. Bahkan batu-batu dari tanggul yang rusak tak luput dari incaran mereka untuk dijual kembali. 

Selain dari ulah para penambang pasir, para oknum kontraktor yang mengerjakan talud pengaman abarasi pantai di tiga lokasi tersebut diduga hanya mencari keuntungan besar ketimbang mengutamakan mutu pekerjaan.

Faktanya, baru tiga sampai lima bulan saja, talud pengaman abrasi pantai yang dikerjakan oleh oknum kontraktor roboh dihantam gelombang saat musim angin barat.

Reporter : Nus Yerusa
Editor      : Wafa

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

SOROT NUSWANTORO NEWS "dari LAMONGAN untuk NUSANTARA"