Sorot Nuswantoro News

Berita Online dan cetak, "CEPAT, TEPAT, LUGAS DAN BERANI" dari LAMONGAN untuk NUSANTARA




Sabtu, 03 April 2021

Lulusan Sarjana Bersaing Rebut Posisi Pamong Dikalurahan Melikan, Rongkop


Gunungkidul, SNN.com,- Lain dulu lain sekarang. Lulusan Sarjana (Perguruan Tinggi) kalau dulu masih jarang yang berminat jadi pamong kalurahan, tetapi sekarang ini tidak sedikit yang melirik jabatan sebagai pamong kalurahan hingga dusun. Seperti halnya dikaurahan Melikan, Rongkop, Gunungkidul, D.I.Yogyakarta, hari Sabtu 3 april 2021, beberapa sarjana mengikuti ujian pengisian lowongan Kamituwo,Ulu-ulu,THL dan dukuh. 

Dari hasil wawancara kami dengan lurah kalurahan Melikan Sumarna A.M.D, sebenarnya kekosongan pamong ini sudah akan kami isi 2020 yang lalu, tapi karena terkendala situasi pandemi covid19, maka baru hari ini bisa dilaksanakan ujian. Semua tahap dari sosialisasi, penjaringan bakal calon, pendaftaran hingga prosesi seleksi(ujian) sudah sesuai dengan peraturan yang berlaku, baik perda maupun perdes, kata Sumarna. 

Baik tiem seleksi maupun tiem penguji semua kami ambil dari lembaga kalurahan, dari pamong satu orang dan dari tokoh-tokoh masyarakat. Menurut lurah Sumarna yang belum genap dua tahun menjabat lurah ini, antusias warga masyarakat cukup tinggi, bahkan tidak sedikit yang lulusan sarjana ikut mengadu nasibnya ingin jadi pamong kalurahan. Dari lowongan kamituwo dan ulu-ulu saja dari kelima calon yang ikut seleksi, 4 diantaranya adalah sarjana, satu SLTA. Demikian pula untuk posisi Tenaga Harian Lepas (THL) maupun dukuh, juga ada yang sarjana. 


Dari sekian peserta ujian pamong tersebut,menurut lurah Sumarna usia tertinggi 39 tahun, yaitu calon dukuh Gebang Kulon.Sedangkan peserta lain masih tergolong anak-anak muda. Jadi dari semua peserta yang mengikuti ujian hari ini tidak ada masalah, katanya.Terkait dengan isu yang berkembang dimasyarakat sebelum hari pelaksanaan ujian, masalah usia dan ijazah salah satu peserta calon dukuh, yang konon hanya lulusan SMP, ternyata sesuai berkas persyaratan calon yang masuk pada tiem/panitya adalah lulusan SLTA meskipun ijazah tersebut merupakan persamaan, yaitu yang dikeluarkan oleh sebuah PKBM dari kabupaten  Wonogiri, Jawa Tengah.

Reporter : Asih, Wajiyo, Supriyanto ( AWS)
Editor      : Mas Pay.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

SOROT NUSWANTORO NEWS "dari LAMONGAN untuk NUSANTARA"