Sorot Nuswantoro News

Berita Online dan cetak, "CEPAT, TEPAT, LUGAS DAN BERANI" dari LAMONGAN untuk NUSANTARA




Senin, 03 Mei 2021

Pemdes Bedahan Gelar Bimtek Pemutakhiran Data Berbasis SDGs Desa Tahun 2021


Lamongan, SNN.com – Pemerintah Desa Bedahan kecamatan Babat Kabupaten Lamongan menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Pemutakhiran Data Berbasis SDGs Desa, Minggu (2/5/2021). Hadir dalam acara bimtek, Kepala Desa Bedahan, BPD, Ketua RT dan RW, Pendamping Desa Pemberdayaan, Pendamping Lokal Desa dan Relawan pendataan desa.

Kepala Desa Bedahan Djuli Dariyanto mengatakan, anggaran bimtek tersebut bersumber dari dana desa tahun 2021 dengan melibatkan unsur tenaga pendamping profesional diantaranya pendamping lokal desa serta unsur pemerintahan desa dan berbagai unsur kelembagaan desa lainnya. Selain itu, desa diminta untuk membentuk relawan desa terkait pemutakhiran data desa berbasis aplikasi.

Djuli menambahkan, arah kebijakan SDGs Desa dilakukan untuk mempermudah kepala desa dalam menentukan kebijakan-kebijakan pembangunan.

Sementara Tenaga Pendamping Desa Pemberdayaan Kecamatan Babat Kasiyanto Hutomo, SE mengatakan, sesuai instruksi Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi melalui surat Plt Ditjen PDP, Daerah Tertinggal dan Transmigrasi tanggal 1 Maret 2021 Tentang Pemutakhiran dan Pendataan IDM berbasis SDG’s, ini dilakukan untuk memastikan program pembangunan dilakukan secara tepat berdasarkan kebutuhan masing-masing desa.

“Kata Pak Menteri, implementasi SDGs desa diawali dengan adanya data valid, akurat, berkesinambungan, dan update di setiap desa,” ujarnya.


Sementara itu, Pendamping Lokal Desa Bedahan Achmad Wafa Isvianto, S.Kom menyebutkan, pemutakhiran data berbasis SDGs Desa tersebut akan memberikan gambaran riil terkait kondisi desa dan masyarakat desa. Tak tanggung tanggung, pemutakhiran data desa akan dilakukan secara by name by address.

“Nanti akan kelihatan posisi kemiskinan di desa. Karena yang kita gali adalah data desa, data RT, data keluarga dan data warga. Maka kita bicara by name by address. Karena tidak mungkin kita bicara wilayah mikro kalau datanya tidak begitu,” ujarnya.

Menurutnya, SDGs Desa akan memandu kepala desa untuk melakukan pembangunan bukan berdasarkan keinginan masyarakat atau segelintir tokoh semata, melainkan juga berdasarkan kebutuhan riil masyarakat desa.

“Kepala desa ini tugasnya berat. Karena urusan stunting ya tanggung jawab kepala desa, kemiskinan ya kepala desa, kesehatan dan kesejahteraan ya kepala desa. Mengingat bebannya sangat tinggi, maka diberikan satu arahan yakni SDGs Desa,” ujarnya.

Reporter : Zaenal A
Editor      : Wafa

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

SOROT NUSWANTORO NEWS "dari LAMONGAN untuk NUSANTARA"