Sorot Nuswantoro News

Berita Online dan cetak, "CEPAT, TEPAT, LUGAS DAN BERANI" dari LAMONGAN untuk NUSANTARA

Rabu, 21 Oktober 2020

117 Unit Paket Bantuan Konversi BBM Ke BBG Untuk Nelayan Kabupaten Tuban Diberikan Kementerian ESDM


Tuban, SNN.com - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral dan Gas Bumi Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, menyerahkan paket konverter kit program konversi BBM ke BBG untuk nelayan Kabupaten Tuban.

Penyerahan di serahkan secara simbolis oleh Bupati Tuban, Komisi tujuh ( VII ) DPR RI, Kepala PPSDM Migas Cepu, serta Perwakilan Pertamina Surabaya  kepada 69 nelayan pesisir di Mangrove Center Tuban, Rabu,( 21/10/2020 ).

Dalam sambutannya, Kepala PPSDM Migas Cepu Wahid Hasyim menjelaskan, bantuan paket  konversi BBM ke BBG untuk nelayan di Kabupaten Tuban telah di berikan mulai tahun 2016 lalu, dan terus berlangsung hingga tahun ini. Tercatat hingga 2019, sebanyak 1.323 unit paket telah di berikan untuk nelayan Kabupaten Tuban, dan di tahun ini sebanyak 117 unit yang di bagi menjadi dua bagian, pertama 69 paket untuk nelayan pesisir yang di serahkan hari ini, dan sisanya untuk nelayan air tawar di serahkan Kamis besok.“ Program bantuan ini adalah program kemitraan antara Komisi VII DPR RI dengan Kementerian ESDM,” jelasnya. 


Awalnya, lanjut Wahid, program konversi BBM ke BBG tahun ini akan di alihkan untuk penanganan Covid -19, akan tetapi Komisi VII meminta agar tetap di berikan ke nelayan, sebab sangat di perlukan dan berdampak langsung pada perekonomian nelayan.

Wahid juga mengatakan program tersebut memang diadakan untuk mendukung program diversifikasi energi dalam rangka mengurangi penggunaan dan subsidi BBM, yang juga di nilai lebih hemat dan ramah lingkungan.“ Nelayan mampu menghemat 50 ribu perhari dengan menggunakan alat konversi BBM ke BBG  ini,” tandasnya.

Ia juga berpesan agar nelayan merawat dan menggunakan alat Konverter Kit BBM ke BBG tersebut dengan baik sehingga bisa di rasakan manfaatnya terlebih untuk peningkatan perekonomian.

Sementara itu, Kepada Wartawan SNN.com, Bupati Tuban H.Fathul Huda menyampaikan, mengapresiasi Kementerian ESDM yang sangat peka kepada kebutuhan nelayan, begitupun dengan Komisi VII DPR RI yang selalu berusaha memperhatikan nasib nelayan. Bupati meminta agar upaya tersebut terus di tingkatkan untuk menyejahterakan nelayan di Kabupaten Tuban.“ Disituasi pandemi saat ini, banyak anggaran yang di alihkan ke penanganan Covid -19, tapi berkat Komisi VII DPR RI, program ini masih bisa berjalan,” terang Bupati.

Bupati meyakinkan, bantuan alat Konverter Kit konversi BBM ke BBG tersebut dapat memberikan dampak ekonomi secara langsung kepada para nelayan. 


Selain itu, ia juga berharap hak nelayan lainnya seperti BPNT atau JPS juga bisa di berikan dengan adil.“ Saat ini memang masih proses validasi data kelayakan, dan pasti sesuai dengan aturan, bantuan tersebut akan turun,” tegasnya.

Masih di tempat yang sama, Anggota Komisi VII DPR RI Ratna Juwita Sari mengungkapkan, jika program tersebut terbukti berdampak secara langsung bagi perekonomian nelayan, apalagi di masa pandemi Covid -19.“ Atas alasan inilah kami meminta agar program bantuan ini tetap harus di berikan, dan kami berterima kasih kepada Kementerian ESDM,” ujar politisi ini.

Ratna juga meminta agar di tahun 2021, setelah bantuan Konverter Kit konversi BBM ke BBG untuk nelayan Tuban selesai, akan di teruskan ke jenis bantuan lainnya seperti Cold Storage atau Container bertenaga surya yang saat ini di kembangkan oleh Kementerian ESDM.“ Kita aminkan bareng - bareng, semoga terealisasi di tahun depan,” ucap Ratna.

Ratna Juwita juga menyinggung masalah peran strategis Kabupaten Tuban dalam perekonomian Nasional yang harus di perhitungkan. Pasalnya, saat ini Tuban telah masuk dalam Daerah proyek strategis Nasional dan harus mendapatkan perhatian khusus. Dengan adanya proyek pembangunan Kilang baru Pertamina New Grass Root Refinery ( NGRR ) Tuban, untuk penyokong aktifitas Kilang Minyak Tuban nantinya, harus di dukung dengan adanya peningkatan infrastruktur seperti jalan Tol.“Jika Kilang Minyak sudah beroperasi, saya yakin jalan di Tuban pasti tidak akan muat untuk beban lalu lintas yang ada, jadi kami meminta hal ini di perhitungkan,” terang Ratna.

Ratna juga berpesan kepada nelayan agar selalu berkomunikasi dengan Dinas Perikanan dan Peternakan terkait pengoperasian alat, agar nantinya bisa bermanfaat dengan baik.“ Kata Pak Kadis kalau tidak bisa pakai langsung di jual, jangan ya Bapak, bisa minta di ajari sama Dinas Perikanan,” terangnya.

Reporter : Agus
Editor      : Wafa

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

SOROT NUSWANTORO NEWS "dari LAMONGAN untuk NUSANTARA"